Refocusimaging.com: Fotografi & Sepakbola

Tips, Model, Review, Wedding

This content shows Simple View

Review

Lensa Tele Untuk Fotografi Sepakbola

Lensa Tele Tamron 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD
Lensa Tele Tamron 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD

Dalam sebuah pertndingan olahraga khususnya sepakbola, ketepatan momen yang diambil dalam sebuah jepretan foto sangat menentukan. Sebagai seorang fotografer sepakbola jari kita dituntut untuk selalu berada di atas tombol shutter, siap menangkap setiap momen yang terjadi di dalam lapangan. Sebab terlambat atau terlalu cepat sepersekian detik saja, maka kita bisa kehilangan momen hebat yang terjadi.

Demi mendapatkan momen langka ini, tentu dibutuhkan peralatan yang sedikiit berbeda jika dibandingkan dengan fotografer biasa. Fotografi dalam pertandingan ssepakbola yang membutuhkan shutter speed dan bukaan lensa lumayan tinggi ini memang membutuhkan kamera berspesifikasi mumpuni. Selain itu, tentu saja lensa tele yang akan sangat  membantu untuk urusan zoom in-zoom out.

Meski bukanlah kebutuhan utama dalam fotografi sepakbola, puluhan kamera dengan lensa tele yang menjulur selalu memenuhi sekeliling lapangan. Maka dari itu, banyak yang menganggap bahwa jika ingin meliput pertandingan ssepakbola harus menggunakan lensa tele, padahal tidak juga. Lensa tele adalah sebuah komplementer, intinya adalah bagaimana teknik anda mengambil gambar bergerak.

Review Lensa Tele Tamron 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD

Lensa Tele keluaran Tamron
Lensa Tele keluaran Tamron

Jenis lensa ini adalah Telephoto, sehingga sangat cocok untuk Wildlife Photography, Portrait Photography. Saya mendapatkan lensa ini dengan harga berkisar Rp 4.150.000,- Lensa ini dilengkapi dengan lens hood bawaan yang dapat melindungi lensa Anda dari serangan “flare” matahari atau lampu.

Jika lensa telephoto yang lain memiliki harga yang mahal, Tamron SP 70-300mm tidak demikian, harganya 2x lebih murah yang kemampuannya sangat hebat. Dilengkapi dengan fitur peredam suara atau USD (Ultrasonic Silent Drive), peredam getaran VC (Vibration Compensation) sama seperti milik Canon yaitu dengan IS.

Lensa ini sangat kokoh, tidak diragukan kualitas bodi dari lensa ini, meskipun secara keseluruhan terbuat dari plastik. Lensa ini tidak weather sealed. Berat dari lensa ini sekitar 765 gram, cukup berat dan membuat tangan Anda lelah memegangnya seharian. Lensa ini cocok untuk format kamera full-frame atau kamera APSC 1.6x.

Autofokus lensa ini sangat akurat dan cepat, meskipun Anda putar lensa ini sampai titik maksimalnya 300mm. Kinerja Image Stabilizer atau di lensa Tamron disebut VC (Vibration Compensation) di saat minim cahaya sangat baik, jika IS atau VC nya bekerja.

Anda dapat lihat di viewfinder kamera Anda terjadi freeze atau gerakan yang terjadi berhenti sepersekian detik, sangat luar biasa. Disandingkan dengan teknologi Ultrasonic Silent Drive (USD), kesenyapan dalam mengambil foto cukup mumpuni.

Foto yang dihasilkan tajam di rentang 70mm, tetapi cukup menurun jika sampai ke rentang tertinggi 300mm. Bukaan minimal dari Tamron 70-300mm adalah f/32-45 sampai maksimalnya yaitu f/4-5.6 dengan jumlah bilah diafragma 9 bilah. Jika Anda suka foto objek astronomi seperti bulan, foto yang dihasilkan jika memotret objek bulan cukup baik.

Tata Letak Kamera Dalam Lapangan Sepakbola

Tata letak kamera dalam pertandingan sepakbola
Tata letak kamera dalam pertandingan sepakbola

Tata Letak atau penempatan kamera dalam sebuah pertandingan sepakbola merupakan perkara yang cukup vital. Dalam sebuah pertandingan profesional, biasanya minimal 7-10 kamera dipersiapkan. Ini bertujuan untuk menyajikan tayangan yang berkualitas bagi para penikmat sepakbola yang menonton pertandingan tersebut di rumah. Itulah mengapa beda stasiun televisi, maka akan berbeda pula kualitas tayangannya.

Setiap kamera yang digunakan telah memiliki penempatan dalam posisinya masing-masing. Ada yang memang berfungsi sebagai kamera utama, namun ada juga yang berperan ssebagai kamera pendukung. Berikut adalah penempatan posisi kamera dalam pertandingan sepakbola:

  • Kamera Tengah Lapangan A
    Kamera ini diseut juga sebagai kamera utama. Kanera utama ini sifatnya statis alias tidak bergerak dengan cara digeser dan diletakan di tengah-tengah lapangan.
  • Kamera sisi lapangan B&C 
    Biasanya jumlahnya ada 1-2. namun ga bisa bergerak (stay disatu tempat) jadi kameramannya bolak-balik posisinya aja kiri-kanan. Menurut ane letaknya pun ga persis di pinggir lapangan, bisa jadi dia ada di sela tribun penonton bagian tengah atau dimana saja tergantung angle yang diambil.
  • Kamera Sudut lapangan E&D
    Biasanya kamera ini yang ngikutin pemain waktu di corner atau sudut lapangan , entah itu corner kick atau selebrasi gol. Kamera ini bisa berjumlah 2 buah pada 1 sudut lapangan. Ini kamera seperti ini yang dicium Gerrard waktu mencetak gol ke gawang D De Gea waktu Liverpool vs MU.
  • Kamera Belakang Gawang F&G
    Ini nih kamera yang ada di pojokan gawang, yang bikin greget itu goncangan waktu bolanya nyangsang di jaring . Kita jadi bisa ngerasain betapa kencang atau lembutnya bola yang masuk ke gawang. Ada jg kamereamennya kok gan.

 



Foto Yang Mengubah Sejarah Sepakbola

Fotografi  dan Sepakbola merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika diibaratkan sepakbola adalah sejarah dan fotografi merupakan sebuah pena. Tanpa pena untuk menulis sejarah tersebut, sejarah mungkin hanya akan menjadi dongeng sebelum tidur. Sudah berapa banyak momen bersejarah dalam sepakbola yang diabadikan lewat fotografi.

Satu lembar foto dapat menggali kembali kenangan, ingatan bahkan imajinasi seseorang, oleh karena itu ada ungkapan ‘satu foto mengandung sejuta makna’. Fotografi merupakan sebuah cara untuk mengabadikan sebuah momen agar dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya. Bahkan tidak jarang sebuah foto dapat mengubah sebuah sejarah yang telah dipercaya sekian lama.

Seperti dalam momen pertandingan sepakbola yang paling terkenal juga kontroversial, yaitu foto Gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona. Siapa sangka dengan sebuah foto, citra seorang Maradona bisa berubah dari yang tadinya seorang pahlawan yang diagung-agungkan menjadi seorang pecundang yang kerap berbuat curang. Semua karena fotografi.

Foto Gol Tangan Tuhan Yang Mengungkap Kenyataan

Gol Tangan Tuhan Diego Maradona
Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Semifinal Piala Dunia 1986 merupakan terbukanya pintu kepercayaan akan pentingnya pengabadian momen dalam kejuaraan olahraga khususnya sepakbola. Saat itu, Inggris harus menghadapi Argentina di partai semifinal kejuaraan sepakbola sedunia yang digelar di Meksiko tersebut. Atmosfir pertandingan semifinal pun seolah kalah sakral oleh sebua kontroversi yang  terjadi pada saat itu.

Stadion Azteca, Meksiko menjadi saksi bisu akan sebuah gol kontroversial yang terjadi kala itu. Saat itu pertandingan masih berjalan sama kuat dengan skor kacamata hingga menit ke-50. Namun secara tiba-tiba hal mengejutkan terjadi, seorang pemain Argentina mendapat kesempatan mencetak gol mengejar umpan lambung. Banyak orang yang pesimis pada saat itu, mengingat sang pemain tersebut bertubuh gempal dan pendek.

Sangat mustahil kelihatannya bagi sang pemain untuk bisa mencapai umpan tersebut. Namun apa yang terjadi? Gol. Semua orang dibuat terheran-heran bahkan wasitpun terkecoh dibuatnya. Pemain tersebut adalah Diego Armando Maradona, seorang jenius sepakbola yang menjadi pahlawann bagi tim nasional Argentina pada pertandingan final tersebut.

Akan tetapi ada seseorang lagi yang mengantongi kenyataan tersebut, kenyataan alternatif cenderung gelap. Yaitu seorang fotografer bernama Alejandro Ojeda Carbajal yang berhasil mengabadikan momen sepersekian detik gol dari Maradona. Dan betapa mengejutkan ketika foto tersebut beredar, karena tampak Maradona bertindak curang dengan menggunakan tangannya ketika mencetak gol tersebut.

Terbongkarnya Kebohongan Gol Tangan Tuhan Lewat Selembar Foto

Maradona menjadi pahlawan ketika Argentina kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 1986
Maradona menjadi pahlawan ketika Argentina kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 1986

Dalam laga semifinal tersebut, Argentina sukses melaju ke babak final dan pulang sebagai juara dengan Diego Maradona menyandang status sebagai pahlawan timnas kala itu. Akan tetapi, sukacita Tim Tango mendadak berantakan seiring dengan terbitnya surat kabar Meksiko, El Heraldo. Adalah foto hasil jepretan Carbajal yang menjadi headline koran tersebut.

Foto tersebut berhasil menangkap momen ketika Maradona berduel udara dengan kiper timnas Inggris kala itu, Peter Shilton. Yang membuat semua ini menjadi sejarah kelam bagi sepakbola namun terang bagi fotografi adalah tindakan Maradona yang menggunakan tangan untuk mencetak gol ke gawang Shilton. Foto tersebut pun mendadak menjadi foto paling dicari dan diinginkan tayangnya di seluruh dunia.

Maradona pun mendapat kecaman dan secara otomatis dimusuhi oleh semua orang Inggris akibat perbuatan terselanya tersebut. Yang membuat semua lebih tidak masuk akal yaitu baru pada tahun 2008 Maradona datang ke Inggris untuk meminta maaf dan tentu saja ditolak oleh Inggris. Semua karena fotografi, sebuah pena yang digunakan Carbajal untuk menulis sejarah yang terjadi sepersekian detik cepatnya kala itu.




top