Refocusimaging.com: Fotografi & Sepakbola

Tips, Model, Review, Wedding

This content shows Simple View

Diego Maradona

Foto Yang Mengubah Sejarah Sepakbola

Fotografi  dan Sepakbola merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jika diibaratkan sepakbola adalah sejarah dan fotografi merupakan sebuah pena. Tanpa pena untuk menulis sejarah tersebut, sejarah mungkin hanya akan menjadi dongeng sebelum tidur. Sudah berapa banyak momen bersejarah dalam sepakbola yang diabadikan lewat fotografi.

Satu lembar foto dapat menggali kembali kenangan, ingatan bahkan imajinasi seseorang, oleh karena itu ada ungkapan ‘satu foto mengandung sejuta makna’. Fotografi merupakan sebuah cara untuk mengabadikan sebuah momen agar dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya. Bahkan tidak jarang sebuah foto dapat mengubah sebuah sejarah yang telah dipercaya sekian lama.

Seperti dalam momen pertandingan sepakbola yang paling terkenal juga kontroversial, yaitu foto Gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona. Siapa sangka dengan sebuah foto, citra seorang Maradona bisa berubah dari yang tadinya seorang pahlawan yang diagung-agungkan menjadi seorang pecundang yang kerap berbuat curang. Semua karena fotografi.

Foto Gol Tangan Tuhan Yang Mengungkap Kenyataan

Gol Tangan Tuhan Diego Maradona
Gol Tangan Tuhan Diego Maradona

Semifinal Piala Dunia 1986 merupakan terbukanya pintu kepercayaan akan pentingnya pengabadian momen dalam kejuaraan olahraga khususnya sepakbola. Saat itu, Inggris harus menghadapi Argentina di partai semifinal kejuaraan sepakbola sedunia yang digelar di Meksiko tersebut. Atmosfir pertandingan semifinal pun seolah kalah sakral oleh sebua kontroversi yang  terjadi pada saat itu.

Stadion Azteca, Meksiko menjadi saksi bisu akan sebuah gol kontroversial yang terjadi kala itu. Saat itu pertandingan masih berjalan sama kuat dengan skor kacamata hingga menit ke-50. Namun secara tiba-tiba hal mengejutkan terjadi, seorang pemain Argentina mendapat kesempatan mencetak gol mengejar umpan lambung. Banyak orang yang pesimis pada saat itu, mengingat sang pemain tersebut bertubuh gempal dan pendek.

Sangat mustahil kelihatannya bagi sang pemain untuk bisa mencapai umpan tersebut. Namun apa yang terjadi? Gol. Semua orang dibuat terheran-heran bahkan wasitpun terkecoh dibuatnya. Pemain tersebut adalah Diego Armando Maradona, seorang jenius sepakbola yang menjadi pahlawann bagi tim nasional Argentina pada pertandingan final tersebut.

Akan tetapi ada seseorang lagi yang mengantongi kenyataan tersebut, kenyataan alternatif cenderung gelap. Yaitu seorang fotografer bernama Alejandro Ojeda Carbajal yang berhasil mengabadikan momen sepersekian detik gol dari Maradona. Dan betapa mengejutkan ketika foto tersebut beredar, karena tampak Maradona bertindak curang dengan menggunakan tangannya ketika mencetak gol tersebut.

Terbongkarnya Kebohongan Gol Tangan Tuhan Lewat Selembar Foto

Maradona menjadi pahlawan ketika Argentina kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 1986
Maradona menjadi pahlawan ketika Argentina kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 1986

Dalam laga semifinal tersebut, Argentina sukses melaju ke babak final dan pulang sebagai juara dengan Diego Maradona menyandang status sebagai pahlawan timnas kala itu. Akan tetapi, sukacita Tim Tango mendadak berantakan seiring dengan terbitnya surat kabar Meksiko, El Heraldo. Adalah foto hasil jepretan Carbajal yang menjadi headline koran tersebut.

Foto tersebut berhasil menangkap momen ketika Maradona berduel udara dengan kiper timnas Inggris kala itu, Peter Shilton. Yang membuat semua ini menjadi sejarah kelam bagi sepakbola namun terang bagi fotografi adalah tindakan Maradona yang menggunakan tangan untuk mencetak gol ke gawang Shilton. Foto tersebut pun mendadak menjadi foto paling dicari dan diinginkan tayangnya di seluruh dunia.

Maradona pun mendapat kecaman dan secara otomatis dimusuhi oleh semua orang Inggris akibat perbuatan terselanya tersebut. Yang membuat semua lebih tidak masuk akal yaitu baru pada tahun 2008 Maradona datang ke Inggris untuk meminta maaf dan tentu saja ditolak oleh Inggris. Semua karena fotografi, sebuah pena yang digunakan Carbajal untuk menulis sejarah yang terjadi sepersekian detik cepatnya kala itu.




top